My kind cup of tea in Ubud

Ubud, berasal dari bahasa Bali, Ubad yang artinya obat. Nama ini disematkan karena Ubud adalah tempat ditumbuhi tanaman dan rempah yang biasa dijadikan obat. Saya jatuh cinta dengan Ubud sejak 2009, ketika pertama kali mengunjungi tempat ini sendirian tidak kenal siapapun. Datang ke sebuah tempat dimana saya tidak kenal manusia-manusia penduduknya tapi langsung merasa nyaman, luar biasa nikmatnya.

Keluar-masuk banjar, minta izin untuk ikut masuk pura, duduk-duduk di lebuh jalan, berbincang dengan orang yang tidak pernah saya kenal sebelumnya. Sejak saat itu, tiap tahun saya berkunjung ke Ubud. Sejak itu Ubud jadi obat buat saya untuk mencari tenang.

Baru di 2012, perpanjangan tangan tuhan memberi saya rezeki untuk tinggal di Bali. Kejadian ini memberi saya kesempatan untuk lebih sering bertemu dengan Ubud.

Selempang waktu lalu beberapa teman meminta tempat yang kira-kira bisa direkomendasikan untuk dikunjungi, dilakukan dan dilihat di sekitar Ubud. Well jika anda baru pertama kali mengunjungi Ubud, tempat-tempat yang biasa dikunjungi turis semacam terasiring sawah di ceking, tegalalang atau pergi sekalian ke danau tamblingan itu masih harus anda kunjungi.

Daftar yang saya susun lebih cocok bagi orang yang mencari sesuatu yang lain atau traveler yang ga ambisius-ambisius amat dan cuma pengen nyobain makanan-minuman dengan asyik. Daftar ini disusun berdasar timeframe, artinya memberi opsi apa yang bisa dikunjungi ketika pagi sampai malam. Juga arah yang saya berikan, selalu berpatokan pada perempatan pasar Ubud.

Pagi

Penginapan di Ubud biasanya kasih kita makan pagi yang lumayan yahud. Kalau anda menginap di penginapan budget, jangan cari yang deket pusat keramaian. Biasanya antara harga dan enaknya makanan yang didapat berbanding lurus dengan jauhnya penginapan anda dari pusat keramaian. Hotel-hotel di Ubud pun standar makananya sangat berbeda, misal, dengan Hard Rock di Kuta. Lebih enak di Ubud.

Tapi kalau bosan dan ingin mencari yang lain ini list yang bisa anda datangi di pagi hari.

  1. Tjampuhan Trail

Apa itu tjampuhan trail? Tempat makan organik? Bukan. Kalo kamu kira langsung saya kasih tempat makanan, no way! Jalan dulu. Olahraga dulu!

Tjampuhan trail adalah salah satu spot favorit saya di Ubud untuk jalan-jalan pagi.

Tjampuhan adalah bahasa bali untuk campuran. Alasan diberi nama campuran adalah karena disini tempat bertemunya atau bercampurnya dua sungai.  Rumput-rumput ilalang setinggi 1 meter tumbuh di kanan-kiri. Ngarai di kanan, samar-samar terdengar suara sungai. Dan di seberang sana ada jalur serupa penuh sawah. Dan jika terus berjalan sampai mentok, akan ketemu pura disana. Kenapa ga sekalian duduk diam dulu pagi-pagi di pura?

Tjampuhan Trail

Tjampuhan Trail

How to get there: dari perempatan pasar ubud, belok ke arah Musium Antonio Blanco. Setelah lewat jalan menurun, tengok kanan. Jika melihat ada sign hotel Ibah. Stop disitu. Jalur masuknya lewat situ.

2. Sari Organik

Setelah berkeringat, capek dan lapar. Diatas saya ceritakan “di seberang sana ada jalur serupa penuh sawah”. Nah… coba balik ke jalan raya. Balik ke arah pasar ubud. Setelah jalan turunan yang sama tengok sign kecil di kiri ada tulisan Sari Organik. Parkir di sekitar situ. Lagi-lagi, harus berjalan sekitar 300 meter melewati sawah, bebek dan pohon kelapa.

Sekarang di jalur itu ada beberapa warung tapi yang mengawali ya Sari Organik. Semua makanan disana ditanam dari kebun sendiri secara organik

Oh ya yang saya suka dari jalur ini adalah banyak sekali orang yang berpapasan di tengah pematang sawah menyapa saya “selamat pagi atau good morning”. Baik bule maupun lokal. Kesini beberapa kali masih juga orang-orangnya terasa ramah. Berasa balik ke Jogja….

IMG00464-20121223-0836

3. Nasi Ayam

Kalau ga suka yang organik dan sayur-mayur ada pilihan lain di Ubud: Nasi Ayam!

Nasi ayam yang biasa saya makan ada di dua-tiga tempat dengan kriteria: murah dan enak.

Nasi ayam pertama ada di Jalan Sugriwa. Jalan Sugriwa itu timurnya Jalan Hanoman. Warungnya warnanya ijo, ga ada nama. Cuma rame aja di datengin orang lokal. Harganya? Bisa minta 3 ribu, 5 ribu, 7 ribu atau 10 ribu. Enak, tenan, sumpah.

Nasi ayam selanjutnya ada di area Kadewatan. Yang terkenal disana nasi ayam kadewatan bu mangku. Tapi kalo mau nyoba lainya gapapa. Banyak disekitar sana

Nasi ayam selanjutnya lebih ke ayam betutu sebetulnya. Kalau tahu pertigaan Patung Arjuna yang segede gaban di Ubud itu, belok ke atas ke arah jalan andong. Nanti di sebelah kiri, ada jalan menuju desa petulu. Belok di jalan itu. Ga jauh setelah belok ada warung yang rame banget kalo pagi, orang-orang lokal beli disitu. Enak!

4. Egg Benedict di Batan Waru

IMG00467-20121223-1013

Ini saya dapat rekomendasi dari teman saya mahasiswa drop-out perhotelan Lukman Simbah (@lukmansimbah). Katanya saya harus ngrasain Egg Benedict disini pas sarapan. Dan harus pake Ham jangan yang pake tuna. Ini assesment saya:
Egg benedict di Batan Waru memang beda. Egg benedict pada dasarnya telur yang di pouch/rebus dengan sedikit cuka/lemon. Bentuknya juga harus dijaga. Untuk urusan bentuk, perfect.

Lanjut ke asessment saus. Sausnya Perfect. Saling melengkapi dengan telurnya. Telurnya gurih, sausnya dibuat lebih plain tapi tetap ada taste tersendiri. Taburan sayuran kecil-kecil yang saya ga sempet identifikasi diatasnya juga memberi taste tersendiri.

Selanjutnya: Roti. Ini satu-satunya kelemahan dari Egg Benedict ini…Roti di Egg benedict yang saya makan, baunya overpowering mengalahkan rasa telur dan sausnya. Ini saya duga ada 2 penyebab: pertama, roti yang digunakan mungkin agak lama/basi. Roti semacam ini biasanya memang bau raginya lebih menusuk. Kedua, kalaupun rotinya fresh ini berarti roti yang digunakan terlalu tebal. Yang menurut saya ini mubadzir. Karena egg benedict ini juga dihidangkan dengan kentang yang sumpah juga bikin kenyang dan ga kalah enak sama rotinya.

Siang

  1. Warung (rayuan) Pulau Kelapa [SUSPENDED FROM RECOMMENDATION LIST – dikarenakan masakanya tidak stabil akhir-akhir ini]

Warung ini Halal. Mengusung konsep masakan Indonesia, terdapat masakan jawa, sunda, sumatra dan lain-lain. Saya rekomendasi makan PISANG SALJU! Ini bukan makanan utama tapi makanan pencuci mulut.

Pisang salju ini sederhana. Pisang di pan-fried sampai caramalized, disiram kuah kental dari tepung hungkwe yang diberi sedikit aroma vanila, lalu atasnya disiram lagi sedikit dengan lelehan gula jawa. Ini yang dinamakan lezat yang sederhana tapi jenius….

2. Babi Guling Bu Oka

Saya memang ga ngicipin. Haram. Waktu itu saya cuma nemenin mantan (yang waktu itu masih pacar) makan disana. Kata dia sih enak, tapi kata temen saya Babi Guling Bu Oka itu rasanya sudah dijinakan untuk turis… denger2 malah di dalem pasar ubud ada babi guling yang lebih ho’oh. Di sekitar kadewatan juga ada yang lebih enak. Pokoknya shy away dari tempat-tempat mainstream lah. Insya allah ketemu jodoh makanan enak.

3. Warung Sandat

Ini warung: enak. Sesuai namanya ini adalah warung. Tempatnya kecil, hampir ga terbaca tulisanya. Warnanya hijau. Dari perempatan pasar ubud, ke arah patung arjuna nanti di sebelah kiri ada jalan kecil namanya jalan sandat. Mobil ga bisa parkir, motor bisa. Masuk kejalan itu nanti lihat sebelah kanan. Tempatnya kecil, cuma muat paling 14 orang.

Makananya a la eropa dan makanan asia yang diinternasionalisasikan. Porsinya mengenyangkan dan tentu, menyenangkan J

4. Warung Kenanga

Halal. Warung yang halal yang paling pagi buka di seputaran situ. Dari perempatan pasar ubud ke arah patung arjuna. Lihat sebelah kanan.

Malam

  1. Warung Nuri’s *Pork Ribs

Oke, kalau Babi Guling Bu Oka saya memang ga makan. Soalnya haram. Babinya pake guling sih *ga nyambung. Tapi untuk yang satu ini, saya harus akui….

Saya makan….

Dan rasanya…..

Enak…..

Pake banget…..

Saya pernah tulis soal Nuri’s ini di Trip Advisor. Baca disini ya…

2. Melting Wok

Udah, ga usah pake nanya. Cobain aja. Enak. Lihat di trip advisor reviewnya.

Tempatnya di Jalana Gootama. Itu sebenarnya gang tepat di sebelah timur pasar ubud. Udah, makan aja disana. Udah ga usah cerewet minta deskripsi, berangkat aja kesana..

3. Café Padma

Well, saya pernah memberi gift honeymoon ke teman saya Diah (@natgoofy13) makan malam romantis di tempat ini. Makananya sih, biasa aja imo. Yang asyik setiap jam 19.30 ada pertunjukan dengan lampu-lampu yang menerangi kolam penuh bunga bakung. Jadi kalo kesana ada 2 pilihan, beli minum aja disitu atau beli kopi di starbucks sebelahnya.

16656391_l_026b9fa4830fd4a9e415ff0224f4528e

Side Dish, cemal-cemil, ngopi-ngopi cantik.

  1. White Box

Bread loaf yang segar? Cari chocolate cake? Atau cari macaroon buat cemilan-cemilan manis? Temen-temen gw di Denpasar bahkan sampe ngomong, kalo maen ke Ubud belum lengkap rasanya kalau belum mampir kesini.

Letaknya di sebelah kiri Jalan Andong. Lupa jalan andong dimana? Ayo teliti lagi tulisan ini

2. Confiture Michele

Ini tempat SUPERB!

Not kidding. Michele adalah nama oma-oma perancis yang tadinya hobi buat selai sendiri. Lama-kelaman selai bikinan oma ini mulai banyak dipesen teman-temanya. Dari situlah oma michele berjualan selai. Rasa selainya? Ga standard sob.

Selai kaliasem, buah buni (yg biasa dipake rujakan), rhubarb, tamarilo (terong belanda), sirsak,  passion fruit, mango vanila. Disamping rasa yang sudah umum kayak selai apel, pisang, jambu air, Lemon, mango, papaya, dll.

Waktu saya kesana, saya langsung klik dengan Shopkeeper si Wayan. Orangnya asyik, ramah, banyak senyum. Kalau kesana coba sebut kalau tahu tempat itu dari Andi yang tinggal di Denpasar. Dia pasti kenal. Ajak obrol, ketawa-ketiwi, siapa tahu dapat potongan. I’m not kidding. Make wayan laugh!

And if you can tip her, please tip her. Behind her laugh and her easy-going-ish, she have gone through tough life. The least you can do is be a good listener, make her laugh. Be sympathetic please.

IMG00470-20121223-1937

Shopnya kecil, di jalan Gootama. Displaynya dibuat sederhana tapi menarik.

Ngopi atau ngebir?

Tempat ngopi agak terbatas di ubud. Saya ga akan rekomendasi tempat-tempat favorit turis buat ngopi. No I won’t. Instead I want to recommend you a household name in Jakarta. ANOMALI COFFEE.

Seriously, anomali is the only place in ubud that can offer good coffee with reasonable price. Others? Blagh, overpriced even if they have a good coffee. Tut Mak, contohnya. Tutmak ada di lapangan bola ubud. Pinggirnya ya, bukan ditengah-tengahnya.

The other place to go is SENIMAN COFFEE. Dari anomali juga deket kok. Dari perempatan pasar ubud, ke arah patung arjuna nanti disebelah kiri ada Jalan Sri Wedari. Masuk situ, nanti di sebelah kanan ada tempat ini.

Ngebir? Well, betelnut oke. Biasanya disana ada pemutaran film indie, atau bahkan pementasan musik. Indie juga. Serba Indie lah. Laughing buddha di monkey forest juga rame buat ngebiroke. Bar Luna oke ngebir sore-sore. Dan satu tempat di deket lapangan bola di bud itu, saya lupa namanya. Tapi oke juga buat nongkrong-nongkrong sore

——————————————————————————————————————————————————————————-

Oke, selamat jalan-jalan di Ubud. Ini saya kasih bonus bebek karena udah baca postingan ini. Cusss!

.IMG00216-20120916-1324

11 thoughts on “My kind cup of tea in Ubud

    • Laka-Leke! Saya pernah mampir kesana, beberapa temen juga seneng mampir kesana. Baru sekali mampir kesana, jadi belum yakin benar bisa beri review. Nanti kalau sudah mampir lagi, baru yakin kasih review pribadi.

      Anyway, thanks sudah mampir!

      Blognya mas banyak banget berlabel Bali, tinggal di bali juga?

  1. sebagai yang hobbynya ngadem di ubud…saya mengamini tulisan ini…terakhir, kemaren mampir ubud, masih teguh iman sama si nuri’s…

    yg jadi langgananku: mangga madu di peliatan yang murah murah enak…carrot cake nya cafe kafe..dan ada sate madura yang nendang rasanya & harganya murah tak terkira di dalam ps ubud.

    yah jadi kangen ubud!

    • Yaaah,
      ga pernah bisa maksimal eksplore pasar ubud. apalgi sekarang pasar ubud sudah berubah. Butuh guide orang lokal kayaknya buat tau seluk beluk pasar ubud itu

      Kalo ke bali lagi dan ke Ubud saya diajak!😀

  2. Kaaak.. kenapa ndada penginepan kaaak.. eniwe tempat2 yg kamu rekomen ini semuanya bisa dituju dgn jalan kaki atau ndak kak..? Aku di ubud dr sore jam 4an.. inap semalam.. dan pulang besok siangnyah. Eh trus katanya kak andifak nda makan babi ken haram. Trus kok ngebir kak..? :’)

    • Iya, kak soal bir. Sedang berusaha mengurangi yang ga syariah satu itu. Semoga bisa ndak mengkonsumsinya lagi.

      Kalo penginapan, coba uma kutuh atau ada satu spot favorit saya yang lain di jalan hanoman. Nanti japri yes.

  3. Pertama kali sy ke Ubud thn ini .. Oktober utk Ubud writer festival dan benar review Anomali sy sdh bktikan..yummy banget drinknya hehe,oh ya Nomad jg enak loh utk msakan bali, betelnut ,casa luna ok juga hehe .,. Sari organik asli enak utk penyuka healthy food hehe .. Bagus blog nya ..

    • Halo Mhey,
      Terima kasih sudah mampir membaca tulisan ini,

      Wah selamat sudah ke UWRF🙂, sayang tahun ini saya absen ke sana.

      Anomali memang mungkin terdengar standard, tapi untuk ukuran Ubud ini coffee shop yang masih megang. I’m glad you love this post. Senang bisa membantu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s