(pretend to) Be Local!

Orang bilang banyak benefit belajar bahasa lokal. Mulai dari harga yang diberi murah kalau belanja di pasar, percakapan yang lebih menyenangkan dan ramah dari penjaga toko sampai ya… siapa tahu, ada perempuan berambut pirang di Bar yang lebih lancar berbahasa Bali daripada Bahasa Indonesia.

Saya sedang memulai kebiasaan baru, setiap Sabtu di kantor staff saya yang orang Bali saya todong untuk beri saya les gratis bahasa Bali (tcih, cipo emang gw):

Untuk menyapa perempuan yang masih muda/belum menikah = GẼK . “Gek, bisa minta menu?”

Untuk menyapa perempuan yang cukup tua atau perempuan ayng sudah menikah sapalah dengan MBOK. Misal: “Mbok, bisa minta tambahan kuah?”

Menyapa laki-laki? Cukup dengan BLI

This is the rest of the words:

Sing = tidak

Ken-ken = kenapa

Ken-ken kabare? Apa kabar?

Sing ken-ken = ga apa-apa

Suba = Udah

Sing nawang = ga tahu

Na’e = gih. Penggunaanya: ambilin na’e = ambilin gih.

Nok = sih. Misal: iya nok = iya sih

Nak mule ketho = iya memang begitu.

Nah durusang = silahkan duluan (bentuk halus)

Ngiring = mari… misal: Ngiring Makan = Mari Makan.

 

Nah, lain kali kalau ke Bali. Coba praktekin ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s