Misteri Terbesar Weekend ini: Kenapa Shizuka ninggalin Dekisugi dan milih Nobita

Nobita adalah laki-laki yang paling setia. Dia adalah tipe laki-laki yang walaupun tidak pintar, tidak kaya, tidak tampan tapi dia punya “staying power” atau kegigihan dalam mengejar hal yang disukainya: Shizuka.

Bayangin aja, Shizuka –perempuan cantik berambut kuncir idola dari lingkaran pertemanan mereka- sebenarnya mempunyai pilihan menarik dalam diri Dekisugi. Laki-laki yang dikenal cukup tampan, cukup kaya (tidak sekaya Suneo) dan juga pintar. Jadi kenapa Shizuka akhirnya memilih Suneo, eh salah, Nobita?

Sebagai analis saya terbiasa melakukan analisis what-if dengan angka, mari kita lakukan ini sekarang:

  1. Dalam komik, Shizuka menghabiskan banyak waktu mengerjakan “Pe Er” dengan Dekisigu di rumah Shizuka atau Dekisugi. Kita tahu mengerjakan PR itu memakan waktu sekitar 2-3 jam. 50% waktu main anak SD lah (selebihnya makan, tidur). Dengan pola interaksi intens seperti itu, ada kemungkinan bahwa:
  • Shizuka mengetahui kecenderungan bahwa laki-laki pintar lebih lama mikirnya. Shizuka ga suka, dia maunya yang “blesss…bless…seeettt”, yang cepet. Hei sekarang jaman instan!     Shizuka bukan pengecualian dari jaman instan. Mungkin Shizuka tipe perempuan yang sekarang kencan, besok ciuman, besoknya lagi udah lamaran. Siapa tahu

 

  • Karena sering berduaan dengan Dekisugi, dia akhirnya tahu bahwa laki-laki straight memang punya kecenderungan mesum. Mungkin aja Dekisugi, diluar eksterior tampan-pintar, agak-agak pervert = suka nonton hentai, suka curi-curi liat JAV, koleksi majalah gravure jepang yang banyaknya naudzubilah mindzalik tapi asyiknya sampai bikin jungkir-balik.   Malang bagi Shizuka, Nobita pun sebenarnya demikian juga, cuma Nobita mainya lebih cantik. Lebih alus.

 

Shizuka mungkin saja adalah tipe yang tidak suka dengan laki-progresif-tapi –standar macam Dekisugi. Dekisugi adalah tipikal laki-laki pintar kelas menengah. Ya, dia cukup pintar untuk mempunyai cita-cita TAPI dengan latar belakang kelas menengah dan struktur sosialnya, dia cuma berani mimpi yang bisa dimimpikan tipikal kelas menengah saja: find 9-5 job, get a good salary, nyicil rumah, nabung dana pensiun, dll. Ya mirip mimpi standar kita semua kan?

 

Well, this is news: Shizuka ga suka itu. Dia mungkin lebih memimpikan impian yang lebih sederhana dari itu –atau mimpi yang jauh lebih besar dari itu. Nobita dengan Doraemon, menawarkan kemungkinan-kemungkinan di luar imajinasi terliar dari seorang gadis. (Imajinasi terliarmu sebagai gadis apa?)

 

Namanya juga kartun, bukan kehidupan nyata. Mungkin di kehidupan aslinya yang tidak digambarkan di kartun, Nobita sebenarnya udah curhat habis-habisan sama Doraemon. Bayangin aja: IQ?  Jongkok. Tampan? Enggak. Olaharaga? Bapuk. Kaya? Enggak.

 

Mungkin abis curhat terus-menerus dan abis-abisan sama Doraemon itu, di satu titik si Nobita bilang, “ENOUGH IS ENOUGH!” (pake bahasa jepang). Mungkin tuhan kasih gw otak yang kurang, muka yang pas-pasan, fisik yang ga karuan tapi paling tidak, paling minimal, hati saya harus kaya. Mungkin aja, dititik ini Nobita determine to prove the he is worth it buat Shizuka. Dan Shizuka melihat itu dan akhir leleh… lumer… dan akhirnya nrimo usaha Nobita yang luar biasa itu,.

 

Well saudara-saudara begitulah analisis saya pagi ini terhadap Doraemon episode kali ini. Daripada ribut di TL mencoba menganalisa Waisyak (bosen…), mending kita analisa hati aja. Kali aja ada inspirasi trus ada hati yang nyangkut *uhuk

14 thoughts on “Misteri Terbesar Weekend ini: Kenapa Shizuka ninggalin Dekisugi dan milih Nobita

  1. Wakakakakkkk… ngasal abis dah. Kesian dekisugi di “pervert-in” begitu. Kali dia gedenya jadi ustadz. #yakali

    Etapi Nobita itu cerdas lho sebenarnya. Kan di akhir cerita dia jadi propesor, terus bikin doremon. Itu pas kecil aliran chi nya belum kebuka aja. Kayak di kung fu hustle itu… *makin ngaco*

    • Mas, masnya kebanyakan nonton Kung Fu Hustle ya?

      Siapa tahu mas, si dekisugi itu ternyata Otaku plus pervert abis. Misal ni saya, casingnya malaikat yg ganteng dan ga mungkin jahat.
      Aslinya iblis yang sering dilaknat.
      Apalagi sama temen-temen yg biasa ngopi bareng, beeeuh… ati-ati aja sama kopi yg diminum.
      Isinya bisa aja saya masukan sedikit bumbu jahat *smirk *true story

    • Pas nulis emang lagi ngaco tapi ternyata di filmnya stand by me ga jauh-jauh amat kan? :))

      Di iklan Toyota yang seri Doraemon malah lebih ngaco lagi. Masak Jaiko diperanin sama anggota AKB48. KAN GAK MUNGKIN! Kayak Dijah Yellow diperanin sama Chelse islan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s