Terkadang, kita tidak perlu kata-kata

Mereka berdua duduk di kursi panjang di beranda. Diam.

“Perempuanku, aku tidak tahu harus berbuat apa lagi. Kita di ujung tanduk”. Mata laki-laki itu menunduk kebawah. Kedua tanganya menggenggam erat.

“Aku cuma kamu mau tahu, mungkin tidak sekarang tapi nanti. Aku pasti tahu apa yang bisa ku perbuat”

“Sudah itu saja?”, timpal perempuan itu.

Laki-laki itu tidak bisa menjawab. Dilihatnya jam tangan, sekedar basa-basi. Ia tahu ia sudah terlambat berangkat kerja.

“Sudah terlambat. Aku harus berangkat kerja”.

Sang laki-laki berdiri.

“Sebentar, kerah bajumu tidak rapi”. Perempuan itu berdiri  membenarkan kerah laki-lakinya. Cukup lewat itu, banyak yg tersampaikan. Banyak yang terteguhkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s