Menuju Timur lewat secangkir kopi Wae Rebo

Disore yang sejuk di area Sibang dekat Ubud, dibawah pondok kecil yang dikelilingi tanaman kecil jintan, kecapi dan banyak lagi, saya mengajukan satu pertanyaan ke Intan (@BadutRomantis). Jadi sebenarnya apa @MenujuTimur yang digagasnya berdua dengan Aria (@TimeStopper_)?

Mereka berdua adalah pejalan yang patut dipujikan. Kecintaan mereka terhadap Indonesia bagian timur coba diwujudkan dalam cita-cita sederhana mereka untuk menjadi hub lewat Menuju Timur ini. Menjadi penghubung potensi-potensi untuk indonesia timur adalah cita-cita sederhana yang butuh nafas panjang.

Cupping kopi Wae Rebo adalah salah satunya. Berawal dari obrolan sepintas sederhana beberapa bulan yang lalu di Kopi Kultur, Aria akhirnya benar-benar mencoba membantu para petani kopi di Wae Rebo.

Keseriusan Aria ini benar-benar ditunjukan ketika tiba-tiba dia datang ke Bali lagi membawa hasil panen kopi Wae Rebo. Jadwal diatur untuk cupping dan yang paling mengejutkan Pak Martenus Anggo datang ke Bali untuk urusan pekerjaan dan juga untuk cupping Wae Rebo di Kopi Kultur. Bagi rekan-rekan yang pernah ke Wae Rebo, nama Martenus Anggo pasti bukan nama yang asing. Marten dikenal sebagai salah satu penggerak masyarakat di Wae Rebo.

1005573_296183980525504_129849160_n

Seperti biasa cupping di Kopi Kultur benar-benar produktif. Bli Rai Bangsawan memberikan beberapa tips tentang cara bertani kopi yang benar dan organik bagi para petani Wae Rebo. Cupping kopi Wae Rebo juga disertai dengan grading dari para pengunjung yang full house malam itu. Dengan cara begitu, pengunjung Kopi Kultur juga diajarkan cara mencicipi kopi yang asyik.

Dan yang paling asyik, bakal ada kunjungan ke Wae Rebo untuk studi lebih lanjut. Nice collaboration guys!

Looking forward soal kunjungan ke Wae Rebo (semoga bisa join). Ayo menuju timur!

4 thoughts on “Menuju Timur lewat secangkir kopi Wae Rebo

  1. wow!!! Luar biasa…. wae rebo disebut, hatiku berbunga… pasalnya, aku sangat terinspirasi akan banyak hal sepulangnya dari sana… luar biasa bisa menyaksikan “kesibukan” kaum kreatif yang giat menggagas indonesia timur… keren sekali!
    Eksotisme timur nampaknya bisa menjadi “dekat” karena ada jalur yang memudahkannya dengan penuh “cita rasa”.
    Jujur, aku tak mengerti kopi… tapi pesan universal yang ada di sana, benar-benar menggugah hati. ^_^

    • Asyik ya Wae Rebo🙂

      Ayok inisiatif MenujuTimur ini bakal gw dukung walaupun sekecil apapun.

      Oh kalau mau ke Wae Rebo lagi, DENGER-DENGER nih ada beberapa teman yang konsen di pertanian organik dan permakultur di Bali sini bakal kesana. Kalau minat kontribusi apapun, langsung kontak orang-orang dibalik menuju timur yak (@badutromantis dan @timestopper_)

  2. Kak.. cupping tuh maksudnya icip2 ya..? Anyway kalo mau ngomongin kopi, mas pepeng (twitter @escoret) itu juara kelas. Boleh diajak tuh kapan2.. aku juga mau diajak meskipun ndak minum kopi.😀

    • Eh kak titiw,
      Iya cupping itu icip-icip kopi. Mas @escoret sering seliweran di TL sih. Tapi belum pernah kenal. tar gw coba sapa deh.

      Ini minum kopi yang dimaksud di Jeketi kan ya? Oks deh. Kemaren pas ke jeketi cuman ada odi sama diki. Besok2 gw ajak deh hunting tempat kopi dan kopinya pas di Jeketi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s