This Too Shall Pass – Untuk Kelud.

Seorang teman baru saja menuliskan status di facebooknya mengunngkapkan simpatinya terhadap keadaan bencana yang dialami bangsa ini akhir-akhir ini:

This too shall pass - Pito

This, too, shall pass. Begitu kata Pito.

Saya ingat, dulu ada seseorang yang akan mengirimkan kalimat ini ketika kami dalam keadaaan sulit. This too shall pass, semua ini akan berlalu. Sebuah kalimat yang soothing, candu rasanya mendengar kalimat seperti itu. Mengingatkan semua akan baik-baik saja.

Terdorong rasa penasaran , saya akhirnya mencari tahu bahwa “this too shall pass”  ternyata adalah sebuah petikan dari ayat di Injil tepatnya di 2 Corinthians 4: 17-18. Saya baru tahu di kemudian hari karena saya adalah Muslim jadi saya tidak tahu isi injil, dan yang mengirimkan kutipan tersebut ke saya adalah seorang Christian. Kira-kira bunyi ayat yang saya ambil dari terjemahan versi New Living Translation adalah sebagai berikut:

“For our present troubles are small and won’t last very long.  Yet they produce for us a glory that vastly outweighs them and will last forever.  So we don’t look at the troubles we can see now; rather, we fix our gaze on things that cannot be seen.  For the things we see now will soon be gone, but the things we cannot see will last forever.”

Untuk kesulitan masa kini kita, (sebenarnya) adalah kesulitan kecil dan tidak akan bertahan lama. Supaya kita tidak fokus terhadap masalah sekarang; tapi kita arahkan pandangan ke hal-hal yang tidak bisa kita lihat (sekarang).

Perhatikan dalam kalimat di atas tidak ada kalimat langsung “this too shall pass”. Rupanya frasa this too shall pass adalah rangkuman dari ayat tersebut dan sudah sangat populer dimana-mana.

Kalimat ini sebenarnya bukan monopoli para Christian ataupun Catholic, kalimat ini juga muncul dalam literatur lain selain injil. Penyair dari Persia, Sanai dan Attar[1] juga menuliskan tentang hal ini. Attar menulis sebuah cerita khayalan fabel dimana seorang raja yang sangat berkuasa mengeluarkan perintah untuk membuat sebuah cincin. Titah raja tersebut adalah pembuatan sebuah cincin yang bisa membuatnya gembira ketika bersedih. Para bijak akhirnya menuliskan satu kalimat yang diukir di sisi cincin, This Too Shall Pass.

Tidak berhenti di situ, menurut Avi Solomon dalam bukunya This Too Shall Pass: Tracing an Ancient Jewish Folktale, dalam folklore Yahudi sering kali disebut bahwa Raja Sulaiman (Solomon) membawa sebuah cincin yang bertuliskan Bahasa Hebrew “Gam Zeh Yaavor” atau dalam Bahasa Inggris menjadi “This Too Shall Pass”. Menurut Avi, inskripsi ini bertujuan untuk membuat Raja Sulaiman untuk tetap merasa humble. Bahwa semua kekuasaan dan kekayaannya tidak abadi. This too shall pass. Menarik melihat bahwa kalimat yang sama di Injil bertujuan untuk memberi harapan tapi dalam folklore Yahudi bertujuan untuk membuat tetap humble.

***

Ketika mendengar Gunung Kelud meletus, saya teringat obrolan dengan Victoria di 115 Coffee. Waktu itu Tori, panggilannya, dengan sambil lalu melontarkan akan adanya bencana yang akan segera terjadi. Entah kebetulan atau tidak, karena saya tanyakan lagi semalam dia tidak ingat pernah ngomong seperti itu. Dan dalam obrolan itu terselip lontaran soal bahwa bencana atau rejeki itu bukan milik agama atau golongan tertentu.

Ini menjadi relevan ketika bencana benar-benar datang menerpa dan ada orang dengan bodohnya mengaitkan bencana ini dengan Valentine. Dan ketika Pito menulis dalam statusnya bahwa This Too Shall Pass -sebuah frasa yang dikenal dalam 3 agama samawi- menjadi frasa yang mengingatkan bahwa bencana ini bisa terjadi oleh siapa saja.

Kalau sebelumnya saya hanya menghayati this too shall pass adalah kalimat melankoli yang biasa disitir sepasang kekasih. Maka sekarang saya cuma ingin siapa pun kamu, dalam keadaan tertekan semoga ucapan this too shall pass menjadi penyemangat. Dan kami adalah tangan yang siap membantu.

This Too Shall Pass.


[1] A Keyes, Ralph (2006). The quote Verifier: Who Said What, Where, and When. Macmillan. ISBN 0-312-34004-4. Retrieved March 3, 2010. Link ada di: http://books.google.co.id/books?id=d6JZryGvfxYC&lpg=PP1&client=firefox-a&pg=PP1#v=onepage&q&f=false

Buku Avi Solomon, This Too Shall Pass bisa di beli di Amazon di: http://www.amazon.com/dp/B005S5LDQM

2 thoughts on “This Too Shall Pass – Untuk Kelud.

  1. Bukan, Nyet. “This too shall pass” bukan mantra ajaib yg ngasih harapan bahwa semua akan baik2 saja. Itu mantra realistis bahwa kesulitan apapun yg dihadapi saat ini pasti bakal lewat. Kita cuma harus ngejalaninnya.

    Nah, kalo gw nyebut “survivors”, itu baru harapan (yg sama realistisnya dengan di atas) karena manusia punya kemampuan itu: terselamatkan oleh dirinya dan kemanusiaan manusia2 lain, dalam situasi sesulit apapun.

    No, don’t pray. Do. Or don’t get in the way when others are doing something to help.

    Btw, selo banget lu ampe kelar satu tulisan. Nganggur ya?

    *diem2 mlipir*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s