Tattoo di sekeliling saya

Satu hal yang saya perhatikan ketika pertama kali berkenalan dengan Kylie adalah tattoo di lengan kanannya yang sepertinya baru selesai sebagian. Kulit kaukasiannya terbakar matahari, di sampingnya tergeletak backpack dan rambutnya awut-awutan. Khas backpacker. Aku berkenalan dengannya di kosan seorang teman. “Kami kenal lewat Couchsurfing. Dia menginap di sini beberapa hari”, Chisa teman saya menjelaskan.

Setelah berbasa-basi sebentar, saya menanyakan hal yang membuat saya tertarik pertama kali ketika melihat Kylie. “Tell me about your tattoo”. Tattoo yang tampak setengah jadi pasti menimbulkan pertanyaan ke orang yang melihatnya. “Oh this? Where do I start.. hmm…”, Kylie tampak bingung.

Tattoo Kylie berbentuk sulur bunga, di ujung sulur tampak bunga –atau setidaknya terlihat seperti bunga– “Ini simbol, seperti bunga, tapi ini simbol hidup”, dia menjelaskan. Dia meminjam simbol tersebut dari sebuah tempat yoga. Detail tattoo lain di lengan kanannya juga merupakan simbol-simbol apa yang penting yang terjadi di hidupnya. Ada simbol soal keluarga dan cinta. Ada simbol soal-soal lain yang bagi dia penting yang terjadi di hidupnya.

Semacam ini. Something like this

Semacam ini. Something like this

Is this an evolving tattoo?”, tanya saya. Mengingat dia menambahkan unsur-unsur tatto di lengan sesuai dengan perjalanan hidupnya. Kylie mengiyakan. Ini menjelaskan kenapa banyak sekali ruang kosong di tattoo lengannya. Dia menunggu peristiwa penting dalam hidupnya dan akan menuangkan peristiwa itu di ruang kosong tattoonya. Sebagai pengingat tentang hidupnya.

Tattoo Batak

“Ini prinsip hidup”, setiap kali ditanya ia pasti akan menjawab seperti itu. Michael Badia Raja Nainggolan, yang biasa saya panggil Mike, menato kaki sebelah kanannya dengan Gorga, ukiran batak. Gorga tersebut merupakan simbol dari filosofi batak yang dipegang teman saya selama ini.

Filosofi Batak Toba yang dimaksud adalah “Dalihan No Tolu”, yang artinya kira-kira tiga acuan hidup:

  1. Somba Marhula-Hula. Menghormati perempuan pasangannya dan keluarga besarnya.
  2. Elek Marbolu. Menjaga adik atau kakak perempuan.
  3. Manat Mardongan Tubu. Menjalin hubungan baik dengan teman dan keluarga.

 

Dalihan No Tolu

Tattoo ini sudah dirancang sejak lama oleh Mike sendiri. Dan akhirnya diselesaikan dalam dua tahap: di Bandung dan Bali. Dalihan No Tolu di atas juga merupakan prinsip yang Mike pegang dalam berpacaran. Sayangnya ketika saya datangi di Bali kemarin ada sedikit cerita tidak mengenakan di balik tattoo tersebut.

Mike berpacaran dengan pacarnya sudah 4 tahun. Dua tahun belakangan karena pindah ke Bali, mereka terpaksa LDR. Mike di Bali, perempuannya di Jakarta. Setelah sekian lama berpacaran, Mike sebenarnya mau mengejutkan pacarnya menyusul ke Singapore di hari Sabtu untuk melamar dia. Cincin sudah siap. Tinggal konfirmasi pacarnya tinggal dimana.

Ironisnya, perempuan yang dimaksud minta putus di hari Selasa. Tepat sebelum akhir minggu itu Mike mau melamar dia. Alasannya? Tidak kuat LDR selama dua tahun belakangan.

Sebagai teman, sayang saja rasanya mendengar itu. Tapi mau apa lagi? Sambil minum bir di Legian, sambil nostalgia masa gila dulu, saya tanya lagi ke dia: Now What?

Life goes on“, jawabnya. Menarik nafas panjang dan meminum sedikit bir Kilkenny di tangan, “Dan Dalihan No Tolu tetap jadi prinsip hidup”. Tattoo di kakinya jadi pengingat tentang prinsip hidupnya.

Kylie dan Mike sama-sama memperlakukan tattoo di tubuh mereka sebagai pengingat permanent terhadap hidupnya. Kalau kamu mau bikin tattoo, tattoo seperti apa yang mau kamu bikin? Punya tempat favorit untuk tattoo?

 

PS: Mike udah balikan sama ceweknya.

4 thoughts on “Tattoo di sekeliling saya

  1. Tato yang mirip To (tanda lahir). Letaknya di atas pantat sebelah kanan supaya bisa ngimbangi yang kiri. Saat dogie stylepun, aku dan pasangan masih tetap bisa berpandangan. Pengganti mata yang di depan.

    • Mbak :))
      Sumpah absur banget komenmu ini :))

      Kalo udah punya “mata” di belakang. Harusnya kalo jalan mundur ga pernah nabrak!

    • Itu kayaknya aslinya setengah terpaksa. Yakin. Lha itu ngomongnya sambil minum bir, mata menerawang ke jalanan Legian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s