People Around Me: Pak Sumadi.

Sebuah tanda dipajang di tiang listrik: “Buka 24 Jam Klo Tidur Tolong Dibangunkan”. Di belakang sana terparkir rombong rokok warna putih tempat di mana Pak Sumadi tidur sehari-hari menunggui lapak tambal ban. “Kalau mau usaha ya harus total”, kata Pak Sumadi. Dia lalu terkekeh, memamerkan deretan giginya yang sudah tinggal beberapa biji. “Lagipula, dari muda dulu saya memang pengen mbingkil (membuka bengkel) mas”

Pak Sumadi

Lapak 24 jam Pak Sumadi terletak di Jalan Raya Kuta, Bali. Di dekat perempatan Bali Bakery, sebelah kiri kalau anda dari arah perempatan Sunset Road. Daerah yang sering dilalui turis.

“Buka 24 jam ada pernah ketemu hantu mboten pak?”, saya bertanya campur Bahasa Jawa. Maklum Pak Sumadi aslinya dari Jember, Jawa Timur. Kalau di Jawa, cerita-cerita semacam ini banyak berseliweran di antara orang seperti Pak Sumadi.

Ndak ada, tapi kalau dimintain uang pernah”

“Dikasih?”

“Ya ndak, lha saya sudah lebih lama hidup di jalanan daripada mereka. Sudah tau sela-nya mas”.

Satu perempuan memakai pakaian kerja menuntun motornya yang bocor datang menyela pembicaraan kami. Pak Sumadi berhenti sebentar mengerjakan motor saya. Setelah menjelaskan soal giliran motor, perempuan tersebut pergi dan motornya ditinggal. Pak Sumadi kembali duduk mengerjakan motor saya.

Ayu (cantik) mas”, katanya terkekeh. Senang betul Bapak ini bertemu cewek.

“Sering ketemu pelanggan ayu dong pak?”

“Dulu pernah. Cewek. Keturunan Cina Malang. Ayu tenan mas. Tapi dateng tambal ban mukanya sedih banget”

“Terus, diajak ngobrol sama Bapak?”

“Iya. Ternyata dia lagi putus asa. Cerita sama saya rasanya pengen bunuh diri. Ditinggal sama pacarnya. Ndak tau diapain sama pacarnya sampai kayak gitu. Padahal ayu banget mas”

“Terus dibilangin apa sama bapak?”

“Ya langsung tak bilang. Mbak, ayu-ayu kok putus asa. Yang seneng pasti banyak kok”

“Wah Pak Sumadi pinter ngrayu ya”

“He he he”, Pak Sumadi terkekeh lagi. Karena tergolong gemuk, man boobsnya ikut naik turun ketika tertawa. Apalagi Pak Sumadi enggak pakai baju. Bebas naik turun, man boobsnya.

“Saya langsung omong ke dia. Daripada sedih ga karuan  gitu, sama anak saya aja mau ga ?”

Saya langsung spontan tertawa. Kencang.

“Terus tak bilangin. Mungkin anak saya ndak kaya-kaya amat tapi paling enggak dia sarjana. Ga kayak bapaknya yang tukang tambal ban”

“Hah, anaknya sarjana?”

“Iya”

Dibiayain lewat nambal ban?”, saya tambah heran.

“Iya”

“Wow Pak Sumadi hebat”

“Ya ndak hebat. Gimana lagi mas. Bisanya mbingkil”, Pak Sumadi merendah.

“Terus ceweknya gimana Pak?”

“Ceweknya diem aja. Pulang. Tapi besok-besoknya dateng mampir lagi. Ngomong mau dikenalin sama anak saya”

Saya tertawa lagi. Kencang. Bapak ini lucu betul. Kombinasi antara cara dia ngomong, isi ceritanya, keberaniannya dan logikanya yang tidak umum, giginya yang tinggal seberapa dan man boobsnya yang sangat disctracting itu bikin saya terpingkal-pingkal.

Setelah reda tawa saya, saya cecar lagi “Terus, ketemu?”

“Ya saya bilang ke anak saya. Ini ada yang mau kenalan. Cantik. Terpelajar. Kamu mau ndak?”

“Wah kalau saya jadi anaknya pasti mau”

Ndak, anak saya ndak mau”, kata Pak Sumadi tertawa lagi. Entah tawa apa. Biasa, Orang Jawa tertawanya kadang multi-tafsir.

Pak Sumadi tertawa, suara tawanya berat agak parau, lalu berhenti tertawa sebentar –meludah membuang riyak– lalu tertawa lagi. Tawanya makin kencang, tubuhnya makin terguncang dan man boobsnya makin naik turun. Laki-laki yang memilih banyak tawa kontras dengan jalan hidupnya yang sejelas plang di tiang listrik:

Buka 24 Jam Klo Tidur Tolong Dibangunkan

[Denpasar. Juni 2013]

One thought on “People Around Me: Pak Sumadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s