[Kuliner] MANGUT LELE MBAH MARTO

Kami masuk kesebuah ruangan penuh asap, suara kuah dari wajan yang menggelegak dan suara khas api dari kayu yang dibakar, dinding bata tanpa cat, atap jerami dimana cahaya dapat menyelusup masuk seperti rumah nenek saya. Sebuah suara menyapa dalam bahasa jawa – dalam bahasa jawa halus yang diucapkan seperti dinyanyikan- meminta kami untuk masuk dan jangan ragu-ragu berdiri di pintu.

“Bungkus? Kalau makan di sini, ambil sendiri saja. Anggap rumah sendiri”.

The Legend

Seperti layaknya penjual gudeg tradisional, di dalam pawon (dapur) ini gudeg disajikan dalam dandang besar. Menu reguler gudeg seperti opor dan krecek pun tersedia. Tapi ada satu lauk yang juara: Mangut Lele.

Mangut adalah masakan khas jawa yang bercitarasa agak pedas maupun pedas sesuai selera. Yang membuat mangut lele di sini khas karena Mbah Marto memasak lelenya dengan cara diasap.

Layout

“Saya harus bangun setiap hari jam 3, mau bagaimana lagi? Tukang lele datangnya jam segitu. Yang mau masak siapa?”

“Masak piyambakan (sendirian), Mbah?”, tanya saya.

Rencange dereng enten (temannya belum ada). Belum pada bangun”

Saya melirik jam, pukul 14.30. Sudah hampir 12 jam tubuh nenek tersebut bekerja memasak dan melayani pembeli

***

Saya ingat bagaimana pertama kali teman saya mengajak saya “menemukan” Gudeg Geneng Mbah Marto ini. Letaknya ada di belakang komplek kampus ISI (Institut Seni Indonesia) Yogyakarta. Mencapai tempat ini harus melewati gang kecil yang hanya bisa dilalui dengan jalan kaki atau motor. Mobil harus diparkir dulu.

Bertahun-tahun yang lalu saat pertama kali masuk ke area pawon Gudeg Mbah Marto ini, saya bertanya-tanya apakah ini adalah gudeg lain yang memakai pawon sebagai marketing gimmicknya? Bagi yang pernah tinggal di Jogjakarta pasti mengenal gudeg pawon yang buka tengah malam (sengaja saya tidak sebut nama). Bagi saya gudeg tersebut rasanya biasa saja, dan makan di pawon tengah malam tak lebih dari gimmick dan sisa keramah-tamahan dari kebiasaan penjual gudeg tradisional di Jogja. Memang, dahulu kala beberapa penjual gudeg mempersilahkan pembelinya untuk langsung makan di pawon mereka.

Tetapi ketika benar-benar sudah tandas semua gudeg dan mangut lele di piring saya, barulah sadar. Gudeng nGeneng Mbah Marti ini bukan gimmick, rasanya yang nendang dan benar-benar enak membubarkan sinisme saya. Mangut lele yang diasap dari pukul 3 subuh sungguh memberi sensasi mangut yang berbeda dari yang biasa saya makan. Ditambah dengan rasa manis yang datang dari Gudeg dan daun singkong. Kuah gurih dari opor kuningnya juga memberi pelengkap yang membuat indera perasa di mulut menari-nari dimanjakan berbagai rasa dari masakan tersebut.

Ngobrol santai sebelum istirahat

Saat itu juga saya sampaikan pujian ke si mbah langsung.

Matur Nuwun (terima kasih). Seking pundi nggih mas? (darimana mas?)”, tanya si mbah.

Kulo sekolah teng UGM, Bu” (saya sekolah di UGM, Bu)

“Oh, ndaleme pundi?” (rumahnya di mana?)

teng daleme mbak kulo, mbah. Banteng. Jakal” (sayanumpang di rumah kakak saya, mbah. Banteng. Jakal (Jalan Kaliurang)

Owalah… adoh-adoh seko Sleman” (Oalah, jauh-jauh dari Sleman)

Koyok panjenengn niki sing marai kulo bingah. Ditekani adoh-adoh nang Bantul” (orang seperti anda yang membuat saya berbunga-bunga. Datang jauh-jauh ke Bantul)

Di dinding tempat makan tersebut padahal terpasang foto si mbah dengan artis-artis terkenal yang mampir makan di tempat beliau, dan lihat! si mbah masih sempat mengatakan bahwa dia berbunga-bunga mendengar orang jauh-jauh datang ke tempat dia. Aih!

Pawon

Gudeg nggeneng Mbah Marto:

Lokasi: https://foursquare.com/v/gudeg–mangut-lele-geneng-mbah-marto/4be23b92f07b0f47a328f543

WARNING: Tetangga sebelahnya ada yang mencoba memanfaatkan dengan membuka mangut lele. Lewati rumah pertama dan tetap lurus.

Jam Buka: Sejadinya (sekira pukul 9.00) sampai habis (sekira pukul 04.00)

PHOTO CREDIT: Faisal Karim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s